Publik relations mencakup berbagai program untuk mempromosikan atau melindungicitra perusahaan atau produk individual. (Kotler & Keller, 2012)
Para pakar mendefinisikan pengertian public relations berdasarkan sudut pandang masing-masing. Jika ditinjau dari aspek manajemen, maka public relations didefinisikan sebagai fungsi manajemen yang menilai sikap publik, sehingga perusahaan dapat menentukan kebijakan apa yang harus diambil, serta merencanakan dan melaksanakan program kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan publik. Beberapa pakar setuju bahwa PR melibatkan komunikasi dua arah antara perusahaan dan publik. Publik di sini adalah para stakeholders (pemangku kepentingan) yang terdiri dari para pemegang saham / investor, karyawan, konsumen, pemerintah, media, dan masyarakat dimana perusahaan itu berada. (Hermawan, 2012)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa public relations mencakup berbagai program untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individual. Public relations melibatkan komunikasi dua arah antara perusahaan dan publik atau para stakeholders (pemangku kepentingan), sehingga terbina hubungan yang baik antara perusahaan dengan publiknya.
Fungsi Public Relations
Menurut Edward L. Bernays dalam Hermawan (2012), public relations memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu:
1. Memberikan penerangan kepada publik.
2. Melakukan persuasi kepada publik untuk mengubah sikap dan tingkah laku.
3. Berupaya menyatukan sikap dan perilaku suatu perusahaan dengan sikap dan perilaku masyarakat.
Pekerjaan Public Relations
Adapun menurut Hermawan (2012), pekerjaan public relations suatu perusahaan meliputi:
1. Membuat kesan (image). Kesan berarti gambaran yang diperoleh seseorang tentang suatu fakta sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengertian mereka (terhadap suatu produk, perusahaan, atau situasi).
2. Pengetahuan dan pengertian. Public relations memiliki peran penting dalam membantu memberikan informasi kepada publik internal maupun eksternal dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti, sehingga ketidakpedulian akan suatu produk, perusahaan, atau tempatdapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.
3. Menciptakan ketertarikan. Public relations juga harus dapat menciptakan ketertarikan publik terhadap situasi atau serangkaian situasi yang memiliki pengaruh besar bagi perusahaan.
4. Penerimaan. Masyarakat mungkin menolak suatu situasi karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi, oleh sebab itu public relations mempunyai peran kunci untuk memberi penjelasan, sehingga ketidakpedulian dan bahkan sikap menolak tersebut dapat dibalikkan menjadi pengertian dan penerimaan.
5. Simpati. Cara umum untuk meraih simpati publik adalah dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak bias.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar